Showing posts with label Sports. Show all posts
Showing posts with label Sports. Show all posts

Melandri Bidik Podium di Mugello


FAENZA - Pembalap San Carlo Gresini Honda Marco Melandri mengusung ambisi besar saat turun di GP Italia, awal bulan depan. Melandri bertekad mengakhiri balapan di Mugello dengan menaiki podium. Mampukah?

Optimisme besar yang diusung Melandri kali ini memang tak lepas dari pencapaiannya pada GP Prancis, akhir pekan kemarin. Diketahui, Melandri tampil ciamik saat melibas sirkuit Le Mans dan mengakhiri balapan di posisi enam, yang notebene pencapaian terbaiknya sepanjang musim ini.

Nah, dengan kondisi motor yang kian menjanjikan, pembalap 27 tahun ini pun bertekad meraih hasil yang lebih baik saat tampil di kampung halamannya. Meski optimistis, namun Melandri tak ingin jumawa. Sebab, menurutnya sirkuit Mugello memiliki karakter unik yang sulit dipahami.

“Trek Mugello merupakan salah satu yang terbaik di dunia. Permukaan sirkuit di sini bergelombang, jadi hal itu cukup menyulitkan,” papar Melandri sebagaimana dilansir Crash.net, Kamis (27/5/2010).

“Saya berharap, cuaca saat balapan mendukung. Saya juga berharap bisa mendapatkan posisi start yang bagus, sehingga saya bisa bertarung untuk mendapatkan podium,” tutur pembalap yang berencana bakal pensiun pada akhir musim ini.

“Saya tahu, itu (naik podium) bukan hal yang mudah diwujudkan, tapi saya ingin melakukannya di rumah sendiri,” tandas pembalap Italia yang sebelumnya sempat memperkuat Ducati ini.
READ MORE - Melandri Bidik Podium di Mugello

Melandri Isyaratkan Pensiun Akhir 2010


FAENZA - Marco Melandri memberikan isyarat bahwa dirinya akan menanggalkan karirnya di ajang MotoGP. Pembalap Gresini Honda itu mengatakan bahwa musim 2010 kemungkinan menjadi musim terakhirnya mengikuti balapan di kelas paling bergengsi tersebut.

Rencana pensiun diungkapkan Melandri saat dirinya membeberkan alasannya mengganti suspensi dari Ohlins ke Showa pada GP Prancis akhir pekan lalu. Pembalap asal Italia ini mengaku tak bisa lagi menjalani balapan dengan buruk, bila ingin terus bertahan di MotoGP, musim depan.

Dalam lomba di Le Mans kemarin, Melandri memutuskan menggunakan suspensi Showa agar bisa tampil lebih baik. Keputusannya itu pun terbilang tepat, sebab dirinya berhasil finish di urutan enam yang notebene pencapaian terbaiknya musim ini. Namun, meski cukup puas dengan kinerja Showa, Melandri tetap berharap Ohlins akan bisa menjadi sebuah solusi untuk membuatnya lebih nyaman menggunakan produk mereka.

“Kami sangat terbuka. Kami memang menggunakan Showa (Le Mans), tapi kami masih terbuka dengan Ohlins. Kami telah menjelaskan permasalahan saya dan bagi saya, musim ini merupakan kesempatan terakhir saya. Jadi, saya tak bisa lagi menjalani balaoan yang buruk jika ingin terus eksis di MotoGP musim depan,” papar Melandri seperti dikutip Crash.net, Kamis (27/5/2010).

“Ohlins telah bekerja keras untuk membantu kami untuk memperbaiki masalah. Tapi, bagi saya itu tidak sama seperti saat saya masih bersama Honda dan menggunakan Showa. Jadi, kami berbicara dan menjajal Showa untuk melihat apakah performa saya lebih baik. Semuanya memang berjalan lebih baik di balapan akhir pekan lalu. Tapi, saya yakin Ohlin masih bisa membantu saya tampil lebih baik,” tambahnya.

“Kini, penting bagi kami untuk mendapatkan konfirmasi. Pekan ini, kami akan mengadakan pertemuan besar dan saya harap kami mendapatkan solusi yang lebih baik untuk semua orang,” tutup pembalap 27 tahun ini.
READ MORE - Melandri Isyaratkan Pensiun Akhir 2010

Bos Ducati Siap Kehilangan Stoner


BOLOGNA - Casey Stoner hampir dipastikan bakal meninggalkan Ducati dan menjadi pembalap Repsol Honda musim depan. Namun, bos tim Ducati Filippo Preziosi mengaku sama sekali tak tak terkejut mendengar isu tersebut.

Spekulasi masa depan Stoner memang terus menjadi perbincangan hangat publik dunia. Kabar terbaru menyebut bila pembalap Australia ini memilih bergabung dengan Honda karena ingin kembali bekerja sama dengan Livio Suppo yang memutuskan hijrah ke Honda pada awal musim ini.

Suppo sendiri memang merupakan salah satu sosok yang berperang penting dalam karir Stoner. Diketahui, saat menjabat manajer tim di Ducati, Suppo berhasil membawa Stoner tampil sebagai juara dunia pada 2007.

Menyikapi kabar ini, Preziosi mengaku tak terkejut. Sebab, dirinya telah mengetahui bahwa antara kubu Stoner yang diwakili sang ayah dan manajernya, Colin Stoner telah membuka pembicaraan dengan pihak Honda di sela-sela GP Spanyol di Jerez, awal bulan ini.

“Saat berbicara dengan Livio (Suppo) tahun lalu, jelas terlihat bahwa dirinya akan mencoba membujuk Stoner untuk ikut bersamanya ke Honda, musim depan. Dia (Suppo) juga seperti telah berbicara dengan Stoner untuk menjelaskan proposalnya bersama Honda,” tutur Preziosi seperti dikutip MCN, Kamis (27/5/2010).

“Tapi sejauh yang saya tahu, belum ada kesepakatan antara kedua kubu. Suatu hal yang normal bila Honda mengontak Stoner. Honda merupakan salah satu manufaktur motor utama di dunia, jadi saya tak terkejut bila mengetahui bahwa seorang pembalap (Stoner) akan tertarik dengan apa yang mereka tawarkan,” lanjut Preziosi.

“Saya memiliki hubungan baik dengan Stoner dan saya yakin dengan apa yang nantinya menjadi keputusannya, itu takkan menjadi masalah buat kami,” tandas sang bos yang menyatakan masih berharap Stoner mengurungkan niatnya.

Sejak pertama kali bergabung dengan Ducati pada 2007, Stoner langsung mencatatkan hasil brilian dengan tampil sebagai juara dunia. Total, pembalap 24 tahun ini telah menjalani 52 race, dimana 20 diantara berhasil diakhirinya dengan naik podium pertama.
READ MORE - Bos Ducati Siap Kehilangan Stoner

Rossi: Ben Spies Sulit Bersinar


GERNO DI LESMO
- Juara dunia MotoGP Valentino Rossi meragukan peluang juara Superbike Ben Spies berprestasi pada debutnya di kelas para juara. Menurutnya, pembalap Monster Tech 3 ini takkan mampu bersinar karena tak memiliki cukup bekal.

Diketahui, dari tiga seri yang telah dilakoninya sepanjang tiga seri di musim ini, Spies belum mampu menunjukkan tajinya saat menguasai ajang Superbike musim lalu. Terakhir, pembalap asal Amerika Serikat ini gagal finish di dua seri yakni, Jerez dan Le Mans, pekan lalu.

Menurut Rossi, kendala yang akan dihadapi Spies pada musim perdananya tersebut adalah kurangnya pengetahuan tentang karakteristik motor di kelas paling bergengsi tersebut. Selain itu, faktor sirkuit yang beberapa diantaranya belum pernah dijajalnya menjadi kendala lain. Diketahui, ada enam sirkuit yang belum pernah dijajal Spies selama berkarir di Superbike, termasuk sirkuit Mugello yang akan menjadi venue digelarnya MotoGP Italia, awal Juni mendatang.

“Saya kira Ben akan menjalani musim yang sulit,” papar Rossi seperti dikutip MCN, Jumat (28/5/2010).

“Dia harus banyak belajar tentang MotoGP dan Bridgestone. Tapi, satu faktor lain yang patut dicermatinya adalah, dia harus banyak belajar mengenal trek dan ini merupakan masalah utama yang kerap dialami pembalap Superbike,” tambahnya.

“Di masa lalu, Anda melihat banyak sekali pembalap Superbike yang mampu tampil cepat saat turun di trek yang sudah dikenalnya. Tapi, tak jarang juga mereka mengalami nasib nahas saat turun di sirkuit yang belum dikenalinya. Saya kira, Ben harus cerdik dan memahami trek, serta belajar banyak di masa depan,” tandas juara tujuh kali di kelas MotoGP ini.
READ MORE - Rossi: Ben Spies Sulit Bersinar

Target Yamaha: Perbaharui Kontrak Lorenzo

GERNO DI LESMO - FIAT Yamaha tampaknya tak rela melepaskan calon bintangnya Jorge Lorenzo yang tengah menjadi incaran Ducati. Pabrikan asal Jepang ini menegaskan bahwa mereka akan segera memperbaharui kontrak pembalap asal Spanyol tersebut.


Diketahui, masa depan dua pembalap Yamaha Valentino Rossi dan Lorenzo memang masih menjadi tanda tanya besar. Rossi belum juga mendapat perpanjangan kontrak hingga 2013 yang diinginkannya.

Sementara kondisi tak jauh berbeda dialami Lorenzo. Pembalap muda yang tengah bersinar di musim ini tersebut belum juga disodorkan kontrak baru. Alhasil sejumlah rumor berhembus kencang. Salah satunya adalah isu bahwa Lorenzo akan hengkang ke Ducati musim depan, untuk menggantikan posisi Casey Stoner yang hampir bisa dipastikan bakal merapat ke Repsol Honda.

Namun, belum sempat isu tersebut berkembang lebih jauh. Pihak Yamaha melalui bos tim Lin Jarvis buru-buru memberikan klarifikasi bahwa pihaknya akan segera menyodorkan kontrak baru kepada Lorenzo. Hal serupa juga berlaku untuk Rossi. Keduanya akan tetap menunggangi YZR-M1 musim depan.

“Saya kira Yamaha merupakan lingkungan yang paling cocok untuk Jorge (Lorenzo) dan tahun lalu saya sempat mengatakan kepadanya bahwa kami akan memperbaharui kontraknya,” paparnya seperti dikutip MCN, Jumat (28/5/2010).

“Saya kira, pencapaiannya musim ini merupakan gambaran dari dirinya sendiri. Tahun ini, kami melihatnya jauh lebih matang sebagai pembalap dan dia tengah memimpin klasemen. Jadi, saya pikir masa depannya akan cerah bersama Yamaha, begitu juga dengan Valentino,” tambahnya.

“Target kami musim ini adalah mempertahankan mereka berdua, sebab menurut saya kondisinya saat ini tak jauh berbeda dari tahun lalu. Kami memiliki pembalap fantastis pada diri Valentino Rossi yang terus berada di puncak penampilannya dan mampu memberikan kami gelar juara dunia,” imbuh Jarvis.


“Dan saya juga yakin bahwa Lorenzo merupakan generasi berikutnya. Jadi, tentu kami akan mencoba sekuat tenaga mempertahankan mereka dengan alasan yang bervariasi. Untuk saat ini, kami tak memiliki motivasi atau hasrat untuk membidik talenta lain,” tutupnya.
READ MORE - Target Yamaha: Perbaharui Kontrak Lorenzo

2012, Ducati Gunakan Mesin 900cc



BOLOGNA - Bos Ducati Filippo Preziosi berencana melakukan perubahan radikal pada motor Ducati Desmosedici yang akan menjadi andalan pada 2012 nanti. Kabarnya, Preziosi berencana menggunakan mesin dengan kapasitas 900cc. Benarkah?

Rencana perubahan radikal yang diusung Preziosi kali ini memang tak terlepas dari wacana bahwa mulai 2012, MotoGP akan menggunakan mesin dengan kapasitas maksimal 1000cc. Hingga saat ini, wacana perubahan aturan tersebut masih digodok oleh sejumlah tim-tim kontestan MotoGP.

Dengan akan diterapkannya aturan baru tersebut, Preziosi mulai bekerja dengan membangun prototype motor yang dikontrol dengan piranti elektronik yang canggih. Selain itu, ia juga berencana menaikkan kapasitas mesin menjadi 930cc dengan konsep V4.

“Kami telah mulai megkonsep desain untuk menetapkan pemindahan terbaik untuk pengiriman power dan konsumsi bahan bakar. Kami tengah serius mengerjakan area tersebut,” papar Preziosi sebagaimana dikutip SpeedTV, Jumat (28/5/2010).

“Belum jelas bahwa 1000cc merupakan solusi terbaik, masih ada sejumlah kompromi. Jadi, menggunakan mesin 900cc merupakan yang paling ideal, atau paling tidak menambahnya menjadi 930. Dan mungkin, pemindahan kapasitas mesin ini akan terus berubah dari tahun ke tahun, tergantung pada perkembangan yang terjadi,” tambahnya.

“Sekali kami membuat keputusan final, saya pikir prototype untuk motor baru akan siap diujicobakan pada pertengahan 2011 nanti,” tutupnya.(acf)
READ MORE - 2012, Ducati Gunakan Mesin 900cc